Sebentar lagi gua kuliah, bingung rasanya (sambil pegangan meja). Nanti gua kuliah jurusan apa ya? Sistem belajarnya enak ga ya? Nanti skripsinya gimana ya? Gua bisa ga ya? Gua kan dulu SMA nya jurusan ini tapi gua mau ambil jurursan yg lain, gimana ya? Dosennya baik baik ga ya? Andai gua anak indigo pasti gua ga usah kepo gini -_- Tapi belom tentu anak indigo bisa semuanya ;)
Kita semua punya bakat kan ya? Punya keahlian yang belum tentu orang lain punya. Bakat atau keahlian kalian apa? Nyanyi? Pinter matematika, biologi atau fisika? Bermain musik mungkin? Apa pinter dalam akuntansi? Wah hebat dong kalo lu bisa semuanya, ga kebayang pala lu sebesar apa. Jangan jangan kaya neo cortex atau jimmy neutron -_-v bercanda yaak.
Udah yak basa-basinya gua pengen nge-blog nih ngapa jadi bahas anak indigo sama neo cortex sama jimmy neutron sih? Bego lu! Kan gua pengen cerita di blog gua kali ini -_-
Gua kepengen deh masuk Institut Kesenian Jakarta (IKJ) gua mau masuk fakultas Teater tapi ortu gua ga setuju. Mereka selalu memikirkan soal uang padahal biaya ada, mereka selalu memikirkan keegoisan mereka sendiri di bandingkan perasaan anaknya yaitu gua, kapan sih mereka ngertiin gua? Bukannya semua orangtua mau anaknya hebat ya? Bukannya semua orangtua mau anaknya sukses ya? Bukannya semua orangtua mau anaknya lebih hebat dari orangtua kita yang sekarang ya?
Capek deh kita sebagai anak harus nurut kata orangtua, harus nurut kata mereka, perintah mereka, nasehat mereka. Tapi mereka tidak mau mengabulkan satu permintaan anaknya. Memangnya susah ya mengabulkan sebuah permintaan itu? Dunia kan nantinya akan berbalik yang anak membutuhkan orangtua dan pasti nantinya giliran orangtua yang membutuhkan anaknya. Tetapi tetap saja kita yang harus mengalah dan tetap menurut apa kata mereka tanpa mereka pikir keadaan kita lebih sakit di bandingkan perlakuan mereka ke kita selama ini. Mungkin mereka selalu berpikir orangtua yang selalu benar orangtua yang selalu berkuasa, tapi bagi anak anggapan itu semuanya belom tentu benar.
Mau berontak di bilang kurang ajar atau anak yang ga berbakti ke orangtua tapi maksut anak berontak itu bukannya kurang ajar tapi hanya ingin menyampaikan pendapat. Tetapi selalu saja keegoisan orangtua kita yang selalu menang dan mebuat kita mereasa tertekan dan kadang pula merasa bersalah kepada mereka.
Blog gua kali ini tentang curhatan gua, jadi disini gua cuma bisa pasrah. Mau berjuang ketidakadilan selalu muncul, gua ga tau lagi harus apa lagi. Cita cita itu di tangan kita sendiri, bukan di tangan orang lain dan bukan juga di tangan orangtua kita, hanya saja mereka membantu kita semampunya. Tetapi gua ga kaya gitu, orang tua gua menentang apa yang gua mau. Gua selalu berpikir kenapa ketidakadilan selalu saja menyerang gua. Apa salah gua? Kenapa selalu gua yang ngerasa terpuruk? Kenapa selalu gua yang harus ngalah? Kadang gua berimajinasi semua yang gua pengenin terwujud satu persatu dengan sendirinya dan betapa bahagia dan bangganya gua semua yang gua pengen terwujud. Tapi gua ga bisa berbuat apa apa lagi, kayanya gua harus sabar dan kembali menuruti kata orangtu gua.
Jadi buat kalian yang ngerasa apa yang gua rasain jangan nyerah, ga lu doang yang ngerasain hal yang sama kaya gini tetep pada pendirian masing masing aja apa ikutin kata orangtua kita kalau itu membuat mereka senang dan bahagia. Tanpa mereka kita bukan apa apa. Pasti suatu saat nanti kita bisa menjadi orang yang hebat. Waktu kalo dijalanin terasa cepat, dan gua sekarang pengen terus berimajinasi dan mewujudkannya jadi kenyataan. Semua pasti bisa dilakuin asal ada modal, tekad dan semangat :)
Satu lagi buat kalian yang mampu dan mendapat dukungan penuh dari orangtua kalian. Jangan buang atau sia-siakan waktu kalian langsung saja kejar masa depan kalian yang sudah ada di depan mata kalian. Gunakan waktu kalian sebaik mungkin jangan nyerah selagi masih bisa dan teruslah berusaha :)
No comments:
Post a Comment